Magetan. - Pendidikan merupakan modal dasar yang sangat krusial dalam meraih kesuksesan karena berperan sebagai fondasi pembentukan karakter, pola pikir dan keterampilan seseorang untuk menghadapi tantangan masa depan di era globalisasi sekarang, Jum’at (08/05/26)
Kisah pilu seorang siswa Muhammad Iyan Maulana ini merupakan gambaran kehidupan yang tidak boleh terjadi lagi, langkah cepat yang diambil oleh Babinsa Koramil Tipe B 0804/08 Barat Serma Darwanto bersama guru pendamping mengedukasi langsung ke rumah siswa tersebut. Babinsa, guru pendamping dan orang tua dari siswa tersebut berkoordinasi mencari akar permasalahannya dan memberikan jalan titik terang dari kendala yang dihadapi.
Babinsa Serma Darwanto mengatakan masalah anak putus sekolah di Indonesia merupakan isu kompleks yang dipicu oleh berbagai faktor mulai dari Kendala ekonomi hingga masalah sosial di lingkungan sekitar, hingga saat ini sekitar 3, 9 juta anak di Indonesia masih tidak bersekolah karena berbagai hambatan faktor penyebab utama akar permasalahannya bervariasi tergantung pada jenjang pendidikan dan kondisi geografis daerah tersebut, ‘’pungkasnya.
Maka dari itu peran orang tua sebagai bagian dari keluarga langsung sangat dominan untuk anak tersebut memiliki mental kuat, kurangnya perhatian atau dukungan dari orang tua, ketidak harmonisan rumah tangga serta norma budaya yang lebih mengutamakan bekerja dini daripada Pendidikan dan kurangnya sarana prasarana menjadi penghambat utama ditambah siswa memiliki motivasi rendah terutama sering terjadi pada jenjang SMP dan SMA.
Jika tidak segera ditangani, tingginya angka putus sekolah membawa dampak negatif yang luas bagi individu maupun masyarakat. Meningkatkan resiko keterlibatan siswa dalam tindakan kriminal dan kenakalan remaja masalah ini menghambat Indonesia dalam mewujudkan Generasi Emas 2045.(R.08)

Raditya