Magetan – Dalam upaya meningkatkan kesiapsiagaan dan ketangguhan masyarakat terhadap potensi bencana alam, Bintara Pembina Desa (Babinsa) Koramil 0804/04 Parang jajaran Kodim 0804 Magetan, Serka Hartono, menghadiri rapat koordinasi sekaligus sosialisasi pembentukan Desa Tangguh Bencana (Destana). Kegiatan krusial ini berlangsung di Aula Kantor Desa Mategal, Kecamatan Parang, Kabupaten Magetan, Rabu (09/09/2026).
Acara pembentukan Destana ini turut dihadiri oleh jajaran Forkopimcam Parang, Kepala Desa Mategal beserta perangkat, Bhabinkamtibmas, perwakilan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magetan, tokoh masyarakat, unsur Karang Taruna, serta relawan lokal.
Program Destana ini dibentuk dengan tujuan utama membangun kemandirian masyarakat desa agar memiliki kemampuan memetakan potensi ancaman, menganalisis risiko, serta melakukan tindakan mitigasi cepat saat terjadi krisis. Dalam forum tersebut, seluruh elemen yang hadir berkolaborasi menyusun peta risiko partisipatif, menentukan jalur evakuasi, titik kumpul aman, serta membentuk struktur kepengurusan Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) tingkat desa.
Di sela-sela kegiatan, Babinsa Koramil 0804/04 Parang, Serka Hartono, menegaskan bahwa keterlibatan TNI dalam pembentukan Destana merupakan komitmen nyata untuk melindungi warga di wilayah binaan.
"Kehadiran kami merupakan bentuk sinergi TNI dengan instansi terkait dan masyarakat untuk memastikan kesiapan menghadapi situasi darurat. Bencana adalah urusan bersama. Oleh karena itu, pembekalan mitigasi dan pembentukan struktur Destana ini sangat vital agar masyarakat tidak gagap dan bisa meminimalisir dampak kerugian, baik material maupun korban jiwa, " ujar Serka Hartono.
Sementara itu, Kepala Desa Mategal, Bapak Heru C., menyampaikan apresiasi yang tinggi atas pendampingan yang konsisten dari Babinsa dan Bhabinkamtibmas.
"Sinergi yang baik ini memberikan rasa aman sekaligus memotivasi warga untuk lebih aktif dan mandiri dalam menjaga ketahanan lingkungan desa kami, " ungkapnya.
Melalui pembentukan Destana ini, diharapkan koordinasi penanganan bencana antara pemerintah desa, relawan, BPBD, serta aparat kewilayahan dapat berjalan lebih terstruktur, cepat, dan tepat sasaran. (R 04)

Raditya